RSS

Petani dan Sebuah Batu

Seorang petani membajak sawahnya dengan sebuah traktor. Di tengah sawahnya tersebut ada sebuah batu. Ternyata mata bajak traktor patah dengan batu itu..

Sang petani mengganti mata bajak dengan yang baru kemudian membajak sawahnya kembali. Kejadiannya tetap sama, mata bajak baru ini juga patah tak kuasa menghempaskan batu..

[credit pic] http://www.antarafoto.com

Sang petani tetap melakukan hal yang sama – mengganti mata bajak dan kembali membajak sawah, termasuk mencoba untuk menghempaskan batu tersebut. Beratus kali ia mencoba, hasilnya pun tetap sama: mata bajaknya patah dan batu tetap kokoh..

Sekarang sang petani sudah kehilangan ratusan mata bajak. Ia pun penasaran dengan batu tersebut dan memutuskan untuk turun, mengambil linggis dan mencongkelnya..

Betapa terkejutnya sang petani ketika mendapati kenyataan bahwa batu tersebut tidaklah besar. Bahkan batu yang telah mematahkan ratusan mata bajaknya tersebut tak terlalu dalam tertanam di sawahnya..

***

Masalah seringkali tidak sebesar apa yang kita pikirkan. Kita lebih banyak menghabisakan energi, waktu, dan pikiran untuk mengkhawatirkan suatu masalah dibanding mencari solusi dari masalah tersebut. Padahal jika dihadapi dan diselesaikan, ternyata ia tidaklah sesulit yang kita bayangkan..

Sebuah keniscayaan bahwa hidup akan selalu dihiasi dengan masalah dan tantangan. Mari mulai untuk tidak membesar-besarkan masalah supaya kita tidak larut dalam kekhawatiran. Nilai dengan wajar, kemudian hadapi dan selesaikan. Hadapi dengan senyuman :)

Saturday Nite –  Cempaka Putih,  26 Mei 2012 | 6 Rajab 1433H

[Ack] cerita di akhir kelas bahasa Arab oleh ustadz Ahmad

 
1 Comment

Posted by on May 26, 2012 in Saturday Nite Fever

 

[2/2] Life with no regret, Love with no excuse!

“This is your last chance. After this, there is no turning back. You take the blue pill – the story ends, you wake up in your bed and believe whatever you want to believe. You take the red pill – you stay in Wonderland and I show you how deep the rabbit hole goes.”

(Morpheus – The Matrix)

credit pic: http://httproduction.com

Pastinya tidak mudah dalam mengambil keputusan ketika dihadapkan pada situasi seperti Neo pada The Matrix tersebut. Neo harus membarter seluruh dunia yang dia jalani selama ini dengan dunia baru yang berbeda dimensi. Ini keputusan yang lebih berat dari keputusan serupa yang harus dibuat para superhero dalam tulisan sebelumnya macam Spiderman. Ya, karena Spiderman dkk. tetap bisa menjalani dunianya walaupun harus dengan leadership dan management diri yang super juga..

Sebenarnya, disadari atau tidak, setiap dari kita diberikan ‘kekuatan super’ yang unik. Secara umum, kekuatan itu berupa [1] Potency dan [2] Opportunity. Sebagian dari kita hanya ‘take it for granted’ alias mengganggap hal tersebut memang sudah seharusnya kita miliki. Padahal kalau mau jujur, begitu banyak orang yang tidak berkesempatan memilikinya. Bahkan, bisa jadi kita adalah satu-satunya orang yang dianugerahi potensi dan kesempatan yang ada pada diri kita saat ini..

Sebuah kombinasi kekuatan yang pastinya diberikan Tuhan dengan maksud tertentu. Misalnya sebagai jalan hidayah ke banyak orang, sebagai bagian penting dari perbaikan kondisi sosial ekonomi, atau tujuan-tujuan besar lainnya. Who Knows?..

Take The Red Pill

Semua ada resikonya. Ketika kita ingin mengoptimalkan kekuatan, seringkali kita dihadapkan pada dilema red pill dan blue pill. Apakah dalam hidup ini kita ingin sekedar survive (take blue pill) ataukah kita ingin success (take red pill)? Bukan keputusan yang trivial tapi pastinya tak sesulit Neo dan para superhero..

Bisa survive memang kesuksesan tersendiri dan itu tidaklah mudah. Namun, SUCCESS disini adalah ketika kita jujur untuk mau mengoptimalkan potensi yang dititipkan dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk sebuah hasil yang lebih besar, untuk sebuah kontribusi yang dapat dirasakan oleh lebih banyak makhluk..

Bagi yang juga tertarik menegak red pill, sebuah video dan quotes berikut ini mudah-mudahan bisa memotivasi dan menginspirasi. Ayo, jangan kalah dengan para superhero Hollywood!..

* menyemangati diri sendiri * :)

“Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”

(Mark Twain)

“Remembering that I’ll be dead soon is the most important tool I’ve ever encountered to help me make the big choices in life. Because almost everything — all external expectations, all pride, all fear of embarrassment or failure – these things just fall away in the face of death, leaving only what is truly important. Remembering that you are going to die is the best way I know to avoid the trap of thinking you have something to lose. You are already naked. There is no reason not to follow your heart.”

(Steve Jobs)

 
1 Comment

Posted by on November 7, 2011 in Life, Love

 

The Pencil

credit pic: http://www.pencil-drawing-idea.com/dolphin-drawings.html

A boy was watching his grandmother write a letter. At one point he asked: “Are you writing a story about what we’ve done? Is it a story about me?”

His grandmother stopped writing her letter and said to her grandson: “I am writing about you, actually, but more important than the words is the pencil I’m using. I hope you will be like this pencil when you grow up.”

Intrigued, the boy looked at the pencil. It didn’t seem very special.“But it’s just like any other pencil I’ve ever seen!”

“That depends on how you look at things. It has five qualities which, if you manage to hang on them, will make you a person who is always at peace with the world.”

First quality: you are capable of great things, but you must never forget that there is a hand guiding your steps. We call that hand God, and He always guides us according to His will.”

Second quality: now and then, I have to stop writing and use a sharpner. That makes the pencil suffer a little, but afterwards, he’s much sharper. So you, too, must learn to bear certain pains and sorrows, because they will make you a better person.”

Third quality: the pencil always allows us to use an eraser to rub out any mistakes. This means that correcting something we did is not necessarily a bad thing; it helps to keep us on the road to justice.”

Fourth quality: what really matters in a pencil is not its wooden exterior, but the graphite inside. So always pay attention to what is happening inside you.”

Finally, the pencil’s fifth quality: it always leaves a mark. in just the same way, you should know that everything you do in life will leave a mark, so try to be conscious of that in your every action”

source: “Like the Flowing River”  by Paulo Coelho

 
3 Comments

Posted by on October 7, 2011 in Life

 

[1/2] Life with no regret, Love with no excuse!

“with great power comes great responsibility” 

(Pamannya Peter Parker – Spiderman)

Apa persamaan diantara para superhero di gambar ini?

“Don’t start with outline! Start with something interesting!” begitu kata Panos, dosen database, saat mengomentari presentasi project seorang teman yang baru saja dimulai.

Saya jadi ingat nasehat Virginia – dosen English pada winter enrichment 2010. Mulailah presentasi dengan sesuatu yang menarik perhatian. Misalnya: Ilustrasi, quotes, atau pertanyaan. Kalau tidak salah ini namanya “attention getters”.

Sejak saat itu saya selalu membiasakan memulai presentasi dengan attention getters yang relevan, tak hanya presentasi akademik tapi juga yang lainnya. Salah satunya adalah ilustrasi para superhero yang sedang shalat berjamaah. Dua kali saya menggunakan gambar ini: pertama, saat pengajian mahasiswa KAUST bertema ikhlas (Fall 2010); kedua, saat training motivasi berorganisasi SMA 14 (Jan 2011).

Saya memberikan pertanyaan sederhana: “Apa persamaan para superhero di gambar ini?” dan memberikan kesempatan kepada siapa pun yang mau menjawab. Biasanya jawabannya terkait hal-hal fisik di gambar itu. Misalanya: mereka sama-sama berbadan kekar, sama-sama memakai baju dan celana ketat, atau bahkan mereka sama-sama (maaf) memakai celana dalam di luar :)

Tak ada jawaban benar dan salah. Saya pun tidak langsung memberikan jawaban. Just listen their answers, then start giving the talk, and finally present the same slide at the end! Ya, di akhir setelah memberikan materi, saya tampilkan lagi slide yang sama – dengan gambar dan pertanyaan yang sama. Ini semacam pre-test dan post-test. Jika jawaban mereka pada post-test mendekati apa yang saya pikirkan, berarti materi saya cukup nyangkut!

“Sorry dear, my heart says yes but my schedule says not yet.”

(typical excuse from busy people)

credit pic: http://www.spiderman-3-movie-buzz.com

Saya mendapatkan inspirasi tentang persamaan diantara para superhero pada saat pulang kampung Summer 2010. Waktu itu bioskop TransTV setiap malam menyiarkan tentang superhero sampai berseri-seri secara berurutan, seperti Spiderman, BatMan, dan Superman. Hampir ga pernah ketinggalan. Tetep nonton walaupun sudah pernah, menikmati kembali jalan ceitanya, sesekali merenung, dan kemudian saya menemukan beberapa persamaan berupa nilai-nilai luhur diantara mereka.

Setidaknya ada dua persamaan umum dari para superhero tersebut:  Read the rest of this entry »

 
9 Comments

Posted by on October 6, 2011 in Life, Love

 

Lessons from Silicon Valley

My fellow, Noru Moreno, attended one month entrepreneurship training in Silicon Valley last June 2011. He wrote bunch of lessons from SV. This lessons definitely help us a lot to the next step. I share his writing here and hope you also get ton of benefits..

KAUST, Spring'11 - Almacode Development Meeting. (Left-Right) Noru, Ali, Amjad, Rasyid. The initial ERD on the screen was designed by me and presented in Sydney :)

This is quite a long e-mail and I recommend you to allocate enough time and attention to carefully read it, hopefully re-read it too.

1. Building a company.

- There are some key components when building a company, all of these play a major role in the success of it. If one of this points is not very strong or properly funded, then the company is in big problems.

1.A. The Team

When you build a company, the first and most important thing is the team. From all the things that could be discussed about the team, there are some points which are fundamental.

1.A.1. Motivation - Every single member of the founding team should be extremely motivated and excited about the project/company/idea that you are/will be working in. Everyone must believe in the future of the company and be willing to work all of their time on it. If there is lack of motivation most likely the team will fail and the whole company will fail.

1.A.2. Diversity - It is of great importance that the team has diversity in age, disciplines, experience, cultures, and nationalities. This will open the doors when the time comes to sell the product, but besides this, it will bring key players in the company that have different points of view and skills that can be used for the company. As an extra note, in software company is essential to have engineers, but the founding team should also have people from other majors.

1.A.3. Commitment. Even with a very motivated and diverse team, if they are not willing to spend every single second of their lives in building the company, most likely things won’t work. A team needs everyones full commitment, even if one of the team members is fully commited and he happens to be a genius, that won’t be enough since building a company and make it happen for real requires much much work than you would actually expect since the beginning. If a founding team member is not willing to give 100% of their time, then they better focus on something else.  Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by on August 6, 2011 in Silicon Valley, Start Up

 

[1/3] Really Needed or Just Nice?

“If I love and care of someone, then I will tell them what really need to know not what just nice to know..” (Ahmed AbdulWahab – Business Mentor)

Iftar Madinah

Iftar di Masjid Nabawi - Madinah, 4 Agustus 2011 / 4 Ramadhan 1432 H

Ramadhan Kareeem. Alhamdulillah, tahun ini berkesempatan menikmati full Ramadhan di Saudi, insya Allah. Tepatnya di kampus tercinta, KAUST, yang berlokasi diantara dua kota suci: Makkah dan Madinah..

Ada hal menarik ketika berbuka puasa. Setelah menahan makan, minum, dan berbagai hal yang dilarang lainnya selama berpuasa, tentunya ingin sekali makan banyak saat berbuka. Tapi ternyata, beberapa kurma dan satu-dua teguk air saja sudah cukup..

Ya, memang hanya sebanyak itulah yang dibutuhkan tubuh pada saat berbuka. Kalau menuruti nafsu, makan semua yang terlihat enak, bisa-bisa kekenyangan, ngantuk dan akhirnya malas dalam ibadah seperti taraweh dan tadarus. Padahal malam di bulan Ramadhan itu penuh berkah dan setiap detiknya benar-benar sangat mahal..

Beberapa orang mensiasati pola makan di bulan Ramadhan untuk bisa mengoptimalkan ibadah. Intinya jangan makan semua yang terlihat enak (nice), tapi makan yang memang dibutuhkan tubuh (needed)..

Ada pola makan yang tepat dan cocok buat sebagian orang, termasuk saya. Pada saat berbuka cukup makan kurma dan sedikit makanan kecil lainnya. Setelah tarawih makan sedang. Saat sahur baru makan yang relatif lebih besar. Saya merasa nyaman dengan pola makan ini dan sejauh ini alhamdulillah cukup menunjang ibadah..

Early Stage Start Up

Pemilihan pola makan untuk menghadapi malam mengingatkan saya pada pemilihan prioritas pada fase awal start up yang diajarkan mentor saya. Kedua hal ini punya kesamaan: butuh SRATEGI…

(bersambung)

 
Leave a comment

Posted by on August 6, 2011 in Love, Ramadhan, Start Up

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.